Popular Posts
-
Tanjungsari — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari menghadiri kegiatan Sidang Penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan ...
-
Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul kembali menunjukkan keberhasilan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan melalui...
-
Ngestirejo, 31 Oktober 2025 — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Tanjungsari melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) tahap awal pelaks...
-
Tanjungsari, Senin 29 Desember 2025 — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan monitoring program ke...
-
Tanjungsari, Gunungkidul — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari memfasilitasi kegiatan pemeringkatan Badan Usaha Mili...
-
TPP Kapanewon Tanjungsari Lanjutkan Monev APBKal 2025 di Kalurahan Ngestirejo Tanjungsari — Pemerintah Kapanewon Tanjungsari melaksanakan ...
-
TPP Monitoring Pembangunan Kandang Kambing di Lokasi Ketahanan Pangan Bumkal Selo Gumilang HargosariTanjungsari — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) hari ini melaksanakan kegiatan monitoring kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan kanda...
-
Perkembangan teknologi informasi saat ini berlangsung sangat cepat dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di tingkat ...
-
Tenaga Pendamping Profesional (TPP) merupakan tenaga yang ditugaskan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigra...
-
Tanjungsari – Pemerintah Kapanewon Tanjungsari menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pamong kalurahan yang terdiri dari Carik, Pangript...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
-
▼
2026
(65)
-
▼
June
(19)
- TPP Mengikuti Apel Pagi Rutin Bersama ASN dan Mit...
- Mengenal Kalurahan Ngestirejo: Wilayah Luas denga...
- Mengenal Kalurahan Kemadang: Gerbang Wisata Pesis...
- Mengenal Kalurahan Hargosari: Wilayah Bersejarah ...
- TPP Tanjungsari Laksanakan Kunjungan Lapangan ke K...
- TPP Gunungkidul Tingkatkan Kapasitas Pendamping m...
- Profil Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Tan...
- DPMKKPS DIY Gelar Pembekalan Tenaga Pendamping Pro...
- Mengenal Kalurahan Kemiri: Gerbang Utara Kapanewon...
- Kapanewon Tanjungsari: Wilayah Strategis dengan Li...
- TPP Bersama Pengelola BUMKal Lestari Sejahtera Kem...
- TPP Bersama Pemerintah Kalurahan Hargosari Salurka...
- TPP Koordinasi dengan Direktur BUMKal Selo Gumilan...
- TPP Bersama Pemerintah Kalurahan Hargosari Laksana...
- Rakor Lintas Sektoral Kapanewon Tanjungsari Perkua...
- TPP Tanjungsari Fasilitasi Penyusunan LPJ BUMKal B...
- Pentingnya Pemutakhiran Data Indeks Desa untuk Men...
- TPP Kapanewon Tanjungsari Fasilitasi Pengisian Kue...
- TAPM Kabupaten dan TPP Kapanewon Tanjungsari Dampi...
-
▼
June
(19)
Gunungkidul, 23 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat peran pendampingan di tingkat kalurahan, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan Pembekalan Pendampingan Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Omah Coklat, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, dan diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY bersama DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul, serta didukung oleh TAPM Provinsi dan Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan pembekalan ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pendamping agar semakin siap dalam mendampingi kalurahan, khususnya dalam pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis Dana Keistimewaan (Danais) serta Reformasi Kalurahan.
Dalam pemaparan yang disampaikan, DPMKKPS DIY menjelaskan bahwa Program Reformasi Kalurahan direncanakan akan berakhir pada 1 Oktober 2027. Sehubungan dengan hal tersebut, dibutuhkan masukan dari kalurahan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan arah keberlanjutan program ke depan. Selain itu, TPP juga akan diperkuat dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Keistimewaan sebagai dasar legalitas pelaksanaan tugas pendampingan.
Pemerintah Daerah DIY juga terus melakukan penguatan program melalui peningkatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kalurahan. Jika sebelumnya berada di angka Rp100 juta per kalurahan, maka saat ini meningkat menjadi Rp120 juta, dan direncanakan akan kembali naik menjadi Rp130 juta pada tahun 2027 sesuai dengan kebijakan Dana Keistimewaan dari pemerintah pusat.
Selain BKK, juga dibahas rencana penguatan skema pendanaan Danais yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan kalurahan secara lebih luas. Skema ini diharapkan menjadi alternatif penguatan pembangunan, terutama di tengah adanya penyesuaian alokasi Dana Desa. Usulan pendanaan sekitar Rp500 juta per kalurahan diharapkan dapat memperkuat layanan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung pelestarian lingkungan di tingkat kalurahan.
Mulai Juli 2026, pemerintah juga akan melakukan redesign alokasi program berbasis potensi wilayah dengan pendekatan geotagging. Untuk mendukung hal tersebut, akan disiapkan instrumen pemetaan potensi kalurahan yang lebih terstruktur. Dalam implementasinya, TPP memiliki peran penting dalam pembaruan data potensi, pendampingan Prodeskel dan Simkal, penyelarasan program BKK dengan kondisi wilayah, hingga verifikasi kegiatan pengadaan barang dan jasa di kalurahan.
Pada tahap monitoring dan evaluasi, TPP akan bersinergi dengan Bamuskal dalam melakukan peninjauan terhadap 105 rencana aksi Reformasi Kalurahan yang telah disusun. Hasil evaluasi ini akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan keberlanjutan program. Selain itu, peningkatan skor Indeks Desa menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan, disertai penguatan peran BUMKal sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui optimalisasi unit usaha kalurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Ahli Kabupaten Gunungkidul juga menyampaikan harapan agar program Reformasi Kalurahan dapat terus berlanjut dengan dukungan penguatan BKK. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat layanan dasar, pengembangan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Selain itu, diperlukan juga dukungan sarana pendampingan seperti Simkal, peningkatan kapasitas TPP secara berkelanjutan, serta percepatan pemutakhiran data Indeks Desa yang saat ini telah mencakup 99 kalurahan di Gunungkidul. Disampaikan pula bahwa penyaluran Dana Desa Tahap II telah berjalan di 143 kalurahan.
Sementara itu, TAPM Provinsi DIY menyoroti pentingnya evaluasi pelaksanaan Danais di tingkat kalurahan. Masih terdapat beberapa kalurahan yang mengalami kendala dalam proses pengajuan maupun pelaksanaan, sehingga diperlukan penyederhanaan dan pendampingan yang lebih intensif. TAPM juga mendorong pelaksanaan bimbingan teknis secara tatap muka agar transfer pengetahuan lebih efektif, serta mengusulkan adanya dukungan identitas kerja berupa seragam bagi TPP Danais.
Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan TPP Kabupaten Gunungkidul semakin siap dan adaptif dalam menjalankan peran strategisnya. Tidak hanya sebagai pendamping administrasi, tetapi juga sebagai penggerak yang mendorong kalurahan menuju pembangunan yang lebih maju, mandiri, berkelanjutan, serta selaras dengan nilai-nilai keistimewaan DIY yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan semangat gotong royong.

0 comments:
Post a Comment