Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Wednesday, 22 July 2026

 RILIS BERITA

TPP Kapanewon Tanjungsari Laksanakan Validasi Data Indeks Desa dan Pemantauan Dashboard Indeks Desa



Tanjungsari, 20 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan koordinasi dan validasi data Indeks Desa yang bertempat di Ruang Jamur, Kantor Kapanewon Tanjungsari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data melalui proses validasi, perbaikan template pendataan, serta pemantauan perkembangan Dashboard Indeks Desa pada seluruh kalurahan di Kapanewon Tanjungsari.

Dalam kegiatan tersebut, TPP melakukan pencermatan terhadap data yang telah diinput oleh masing-masing kalurahan guna memastikan kesesuaian dengan indikator Indeks Desa. Selain itu, dilakukan perbaikan template pendataan sebagai upaya memperoleh data yang lebih lengkap, akurat, dan valid sehingga mampu mendukung penyajian informasi pada Dashboard Indeks Desa.

TPP juga melaksanakan pemantauan terhadap perkembangan Dashboard Indeks Desa di seluruh kalurahan se-Kapanewon Tanjungsari. Hasil pemantauan digunakan untuk mengidentifikasi data yang masih memerlukan pembaruan maupun perbaikan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti bersama pemerintah kalurahan.

Melalui koordinasi ini, TPP menyusun langkah-langkah percepatan perbaikan data agar proses pemutakhiran Dashboard Indeks Desa dapat berjalan lebih optimal. Data yang valid dan mutakhir diharapkan menjadi dasar dalam mendukung perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan pembangunan desa yang berbasis data.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari, yaitu Pendamping Desa (PD) Yunus Wibowo, S.IP dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Suprapti, S.Pd, sebagai bagian dari komitmen pendampingan kepada pemerintah kalurahan dalam meningkatkan kualitas tata kelola data pembangunan desa.

 RILIS BERITA

TPP Kapanewon Tanjungsari Fasilitasi Pendataan Bidang Sosial Budaya dan Pelaporan Rembug Stunting di Kalurahan Kemadang



Kemadang, 17 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kunjungan lapangan ke Kalurahan Kemadang untuk melakukan fasilitasi pendataan Bidang Pengembangan Sosial Budaya (Sosbud), sinkronisasi data, serta pendampingan pelaporan hasil Rembug Stunting melalui Dashboard eHDW.

Kegiatan dilaksanakan di rumah Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kalurahan Kemadang, Ibu Sularti, dengan melibatkan KPM Kalurahan Kemadang serta berkoordinasi bersama Kamituwa Kalurahan Kemadang. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan data yang diinput telah sesuai dengan kondisi riil di lapangan, lengkap, akurat, dan selaras dengan indikator yang digunakan dalam sistem.

Selain melakukan sinkronisasi data Bidang Sosial Budaya, TPP juga memfasilitasi proses input dan pembaruan laporan hasil Rembug Stunting pada Dashboard eHDW. Pendampingan dilakukan agar seluruh data dan informasi yang dilaporkan dapat terdokumentasi dengan baik, sehingga mendukung akurasi pelaporan serta pemutakhiran informasi dalam sistem eHDW.

Melalui kegiatan ini, TPP Kapanewon Tanjungsari terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kalurahan dan KPM dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data desa. Data yang valid dan mutakhir diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan program pembangunan, khususnya pada bidang kesehatan dan percepatan penurunan stunting, sehingga berbagai intervensi yang dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 RILIS BERITA

TPP Kapanewon Tanjungsari Koordinasikan Sinkronisasi Data Sosial Budaya dan Persiapan Rembug Stunting di Kalurahan Kemiri



Kemiri, 15 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Kader Kesehatan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kamituwa, dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di rumah Kader Kesehatan Ibu Yanti, Padukuhan Guyangan, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari.

Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk menyinkronkan data Bidang Pengembangan Sosial Budaya (Sosbud) serta mempersiapkan data yang akan digunakan dalam pelaksanaan Rembug Stunting. Sinkronisasi dilakukan melalui pencermatan dan penyelarasan data agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sehingga menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan valid sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, TPP memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antar pelaku pembangunan di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Para kader dihimbau untuk menyampaikan berbagai usulan, permasalahan, maupun kebutuhan yang ditemukan di wilayah masing-masing agar dapat dibahas dan ditindaklanjuti dalam forum Rembug Stunting. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi program yang tepat sasaran dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kalurahan Kemiri.



Melalui kegiatan koordinasi ini, TPP Kapanewon Tanjungsari terus berkomitmen mendampingi pemerintah kalurahan dalam meningkatkan kualitas data pembangunan desa serta memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan, kader kesehatan, KPM, PLKB, dan unsur terkait lainnya. Data yang akurat dan koordinasi yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan desa yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 RILIS BERITA

TPP Kapanewon Tanjungsari Monitoring Pelaksanaan PKTD Pembangunan Jalan Usaha Tani di Kalurahan Kemiri



Kemiri, 14 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kunjungan lapangan ke Padukuhan Karangnongko, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari untuk melakukan monitoring pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang didanai melalui Dana Desa Tahun 2026.

Monitoring dilakukan pada kegiatan pembangunan cor rabat Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Padukuhan Karangnongko, Gebang, dan Bareng. Kegiatan ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp37.948.500 yang bersumber dari Dana Desa.

Kunjungan lapangan bertujuan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari aspek administrasi, progres pekerjaan, maupun kualitas hasil pelaksanaan di lapangan. Selain itu, monitoring juga dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan PKTD telah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Melalui kegiatan monitoring ini, TPP Kapanewon Tanjungsari memberikan pendampingan kepada pemerintah kalurahan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Infrastruktur Jalan Usaha Tani yang dibangun diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat menuju lahan pertanian, meningkatkan mobilitas hasil pertanian, serta mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

TPP Kapanewon Tanjungsari akan terus melaksanakan pendampingan dan monitoring terhadap pelaksanaan program-program yang bersumber dari Dana Desa guna memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Tuesday, 21 July 2026

 RILIS BERITA

TPP Kapanewon Tanjungsari Monitoring Progres Ketahanan Pangan dan Fasilitasi Pendataan Bidang Sosial Budaya di Kalurahan Hargosari



Hargosari, 13 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kunjungan lapangan ke Kalurahan Hargosari untuk melakukan monitoring pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus memberikan pendampingan dalam pemutakhiran data pembangunan desa.

Kegiatan diawali dengan monitoring progres pelaksanaan program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa, berupa pembangunan kandang kambing. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana, baik dari aspek fisik, kualitas pekerjaan, maupun pemanfaatannya dalam mendukung program ketahanan pangan di Kalurahan Hargosari.

Setelah kegiatan monitoring, TPP melanjutkan fasilitasi input pendataan Bidang Pengembangan Sosial Budaya (Sosbud) bersama Carik Kalurahan Hargosari. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan data yang diinput telah lengkap, akurat, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sehingga dapat mendukung penyusunan data pembangunan desa yang berkualitas.

Melalui kegiatan monitoring dan fasilitasi pendataan ini, TPP Kapanewon Tanjungsari terus berkomitmen mendampingi pemerintah kalurahan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan serta memperkuat tata kelola data desa. Data yang valid dan mutakhir diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan desa yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.

 RILIS BERITA

TPP Kapanewon Tanjungsari Laksanakan Fasilitasi Pendataan Sosial Budaya dan Pembaruan Dashboard eHDW di Kalurahan Ngestirejo


Ngestirejo, 10 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kunjungan lapangan ke Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, sebagai bagian dari upaya pendampingan pemerintah kalurahan dalam meningkatkan kualitas data pembangunan desa.

Pada kegiatan tersebut, TPP bersama Kamituwa Kalurahan Ngestirejo melakukan fasilitasi pendataan pada bidang Pengembangan Sosial Budaya (Sosbud). Fasilitasi ini bertujuan untuk memastikan data yang tersedia telah memenuhi aspek kelengkapan, ketepatan, dan validitas, sehingga dapat menjadi dasar yang akurat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di tingkat kalurahan.

Selain itu, TPP juga memfasilitasi pembaruan Dashboard eHDW (electronic Human Development Worker) bersama Ulu-Ulu Kalurahan Ngestirejo. Kegiatan ini difokuskan pada penyesuaian dan pemutakhiran data sesuai kondisi terkini di lapangan guna mendukung akurasi pelaporan serta memastikan informasi yang tersaji pada sistem eHDW selalu mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui komunikasi dan pendampingan secara langsung di lapangan, TPP membantu mengidentifikasi data yang perlu diperbaiki maupun diperbarui, sehingga proses input data pada sistem dapat berjalan lebih optimal. Data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengambilan kebijakan, pelaksanaan program pembangunan desa, serta percepatan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen TPP Kapanewon Tanjungsari dalam mendampingi pemerintah kalurahan untuk mewujudkan tata kelola data yang berkualitas, akurat, dan berkelanjutan sebagai dasar pembangunan desa yang efektif dan berbasis data.


TPP Kapanewon Tanjungsari Fasilitasi Perbaikan Data Indeks Desa untuk Pembaruan Dashboard Indeks Desa



Tanjungsari, 9 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan Fasilitasi Perbaikan Data Indeks Desa dalam rangka pembaruan Dashboard Indeks Desa. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Jamur, Kantor Kapanewon Tanjungsari.

Dalam kegiatan tersebut, TPP Kapanewon Tanjungsari menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kapanewon Tanjungsari serta Pemerintah Kalurahan Ngestirejo, Hargosari, dan Kemadang untuk menggali informasi terkait kondisi terkini di masing-masing kalurahan. Komunikasi ini dilakukan sebagai upaya menyamakan data yang diinput dengan kondisi nyata di lapangan sehingga seluruh indikator Indeks Desa dapat tersaji secara valid dan akurat.

TPP memfasilitasi proses perbaikan data dengan melakukan pencermatan terhadap setiap indikator, mengidentifikasi data yang perlu diperbarui, serta memastikan kelengkapan dokumen pendukung sesuai ketentuan yang berlaku. Pendampingan ini bertujuan agar data yang diunggah pada Dashboard Indeks Desa benar-benar mencerminkan kondisi riil desa dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perbaikan data Indeks Desa merupakan langkah penting dalam mendukung penyediaan informasi pembangunan desa yang akurat. Data yang berkualitas akan menjadi dasar dalam proses perencanaan, pengambilan kebijakan, evaluasi pembangunan, serta penentuan arah intervensi program yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Melalui kegiatan fasilitasi ini, TPP Kapanewon Tanjungsari berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah kalurahan dalam meningkatkan kualitas data desa sehingga Dashboard Indeks Desa menjadi sumber informasi yang terpercaya, mutakhir, dan mampu mendukung pembangunan desa yang berbasis data.

 

TPP Kapanewon Tanjungsari Fasilitasi Evaluasi Perubahan APBKal dan Koordinasi Bantuan Sosial Lansia di Kalurahan Hargosari



Hargosari, 7 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan fasilitasi evaluasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) Tahun Anggaran 2026 di Kalurahan Hargosari. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan perubahan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah kalurahan telah menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, kondisi terkini di lapangan, serta mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, TPP memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kalurahan agar proses perubahan APBKal dapat berjalan secara tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai dengan prioritas pembangunan desa. Evaluasi ini juga menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggaran sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.

Selain melakukan fasilitasi evaluasi APBKal, TPP Kapanewon Tanjungsari juga memberikan advokasi mengenai prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Pendampingan ini dilakukan agar perencanaan dan pengalokasian Dana Desa tetap selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sekaligus mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat di tingkat kalurahan.

Pada kesempatan yang sama, TPP Kapanewon Tanjungsari melaksanakan koordinasi bersama Bapak Ristiyadi, S.Pd., Sekretaris Komisi Daerah Lanjut Usia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terkait dukungan bantuan sosial bagi masyarakat lanjut usia di Kalurahan Hargosari. Koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui program-program bantuan sosial yang tepat sasaran.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh unsur Pemerintah Kalurahan Hargosari, yaitu Kamituwa, Carik, dan Pangripta, yang bersama-sama membahas data calon penerima manfaat, mekanisme pendampingan, serta upaya kolaboratif dalam mendukung pelayanan dan perlindungan sosial bagi warga lanjut usia.

Melalui kegiatan fasilitasi, advokasi, dan koordinasi ini, TPP Kapanewon Tanjungsari terus berkomitmen mendampingi pemerintah kalurahan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang efektif, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan desa sekaligus memperluas akses perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lanjut usia.

Monday, 6 July 2026

 

TPP Tanjungsari Dampingi Rembug Stunting Kalurahan Kemadang Tahun 2026



Kemadang, 6 Juli 2026 – Pemerintah Kalurahan Kemadang menyelenggarakan Rembug Stunting Tahun 2026 sebagai forum koordinasi dan musyawarah dalam upaya percepatan penurunan stunting sekaligus penyusunan usulan program dan kegiatan yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan Tahun 2027.

Kegiatan ini didampingi oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari, yaitu Yunus Wibowo, S.IP selaku Pendamping Desa (PD) sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Suprapti, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Kalurahan Kemadang.

Rembug Stunting dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tanjungsari, Wahyudi, M.Pd beserta staf, PLKB Kapanewon Tanjungsari, Retno Setyowati, perwakilan Puskesmas Tanjungsari, Lurah Kemadang, Carik, pamong kalurahan, Bamuskal, Kader Pembangunan Manusia (KPM), TP PKK Kalurahan Kemadang, serta unsur masyarakat lainnya yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting.

Acara dipandu oleh Kamituwa Nur Wahyudin selaku moderator, sekaligus memaparkan  hasil pemantauan data Electronic Human Development Worker (eHDW) yang meliputi lima layanan konvergensi percepatan penurunan stunting, yaitu layanan Ibu Hamil (Bumil), Balita usia 0–59 bulan, Remaja Putri (Rematri), Calon Pengantin (Catin), serta Keluarga Sasaran Risiko Stunting (KRS). Paparan tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai kondisi layanan, capaian, serta permasalahan yang masih perlu mendapatkan perhatian bersama.

Materi dan penguatan disampaikan oleh narasumber dari Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tanjungsari, Puskesmas Tanjungsari, PLKB Kapanewon Tanjungsari, serta Pendamping Desa (PD). Masing-masing narasumber memberikan masukan mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kepada sasaran prioritas serta perlunya perencanaan program yang berbasis data.

Sesi diskusi dipandu oleh Carik Kalurahan Kemadang, Suminto, yang mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan usulan program dan kegiatan sesuai hasil identifikasi kebutuhan di lapangan. Berbagai masukan yang disampaikan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Kemadang.

Melalui pelaksanaan Rembug Stunting ini diharapkan seluruh usulan program dan kegiatan yang telah disepakati dapat menjadi bahan pembahasan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) RKP Kalurahan Tahun 2027, sehingga intervensi yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi kelompok sasaran secara berkelanjutan.

 

TPP Kapanewon Tanjungsari Ikuti Sosialisasi Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026 Secara Daring



Tanjungsari, 3 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pendamping desa sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Koordinator Provinsi (Korprov) TAPM Daerah Istimewa Yogyakarta, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Gunungkidul. Dari TPP Kapanewon Tanjungsari, kegiatan diikuti oleh Yunus Wibowo, S.IP selaku Pendamping Desa (PD) sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) bersama seluruh Pendamping Lokal Desa (PLD) wilayah dampingan.

Sosialisasi dilaksanakan sebagai persiapan pelaksanaan Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026 pada 144 kalurahan di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang akurat, mutakhir, serta dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa.

Materi disampaikan oleh Aris Nurcholis selaku TAPM Kabupaten Gunungkidul dan Murtodo selaku Korprov TAPM DIY. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai tujuan pendataan, mekanisme pengumpulan data, tata cara pengisian instrumen, pembagian tugas pendamping, serta jadwal pelaksanaan kegiatan. Pendataan akan dilakukan melalui wawancara dengan Pemerintah Kalurahan dan pihak-pihak terkait, kemudian seluruh hasilnya diinput secara langsung ke dalam aplikasi Google Form yang telah disediakan.

Pada sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa terdapat 186 jenis data yang harus dikumpulkan dari setiap kalurahan. Data tersebut meliputi berbagai sektor, antara lain pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, penanggulangan bencana, perubahan iklim, potensi unggulan desa, akses internet, desa inklusif, organisasi kemasyarakatan, hingga data kemiskinan ekstrem.

Dalam sesi diskusi, peserta juga membahas strategi percepatan pelaksanaan pendataan mengingat seluruh proses pengumpulan data ditargetkan selesai pada bulan Juli 2026. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, dilakukan pembagian tugas kepada Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sesuai wilayah dampingan masing-masing, dengan pendampingan dan monitoring dari TAPM Kabupaten.

Melalui kegiatan ini, TPP Kapanewon Tanjungsari memperoleh pemahaman yang sama mengenai instrumen, metode, dan target Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026. Bekal tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pendataan secara efektif, terkoordinasi, dan berkualitas sehingga menghasilkan data yang valid sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan.

 

TPP Tanjungsari Dampingi Survei Lokasi Kegiatan PKTD dan Pengerasan Jalan Lingkungan di Kalurahan Kemiri



Kemiri, 2 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan pendampingan kegiatan survei lokasi pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan Pengerasan Jalan Lingkungan (Cor Blok) yang akan dibiayai melalui Anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 di Kalurahan Kemiri.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan oleh Yunus Wibowo, S.IP selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) TPP Kapanewon Tanjungsari bersama Suprapti, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD). Survei dilakukan bersama Pemerintah Kalurahan Kemiri dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) guna memastikan kesiapan lokasi serta kesesuaian rencana pelaksanaan kegiatan dengan kebutuhan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kemiri, Ulu-Ulu, Carik, para Dukuh wilayah setempat, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta unsur terkait lainnya.

Survei lokasi difokuskan pada dua jenis kegiatan, yaitu:

  • Pengerasan Jalan Lingkungan (Cor Blok) di Padukuhan Wates.

  • Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang direncanakan dilaksanakan di Padukuhan Bareng, Gebang, dan Karangnongko.



Melalui kegiatan survei lapangan ini, seluruh pihak melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi eksisting lokasi, mengidentifikasi kebutuhan teknis pekerjaan, serta memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan nantinya sesuai dengan hasil perencanaan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Pendampingan oleh TPP bertujuan untuk memastikan proses perencanaan pembangunan desa dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, survei lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan dokumen perencanaan yang akurat sebagai dasar pelaksanaan kegiatan yang didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Diharapkan, pembangunan infrastruktur melalui kegiatan pengerasan jalan lingkungan serta pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, membuka kesempatan kerja sementara bagi warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan Dana Desa yang efektif dan tepat sasaran.


Kemadang, 1 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Rembug Stunting Tahun 2026, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan pendampingan kepada Pemerintah Kalurahan Kemadang dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Kegiatan ini dihadiri oleh Yunus Wibowo, S.IP selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) TPP Kapanewon Tanjungsari bersama Suprapti, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Kalurahan Kemadang.

Agenda pertama diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Kalurahan Kemadang mengenai persiapan pelaksanaan Rembug Stunting. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kelengkapan data, materi paparan, hingga teknis pelaksanaan forum. TPP menyampaikan komitmennya untuk mendampingi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam menyusun bahan paparan yang akan disampaikan pada Rembug Stunting agar berbasis data dan mampu menjadi dasar penyusunan program percepatan penurunan stunting di Kalurahan Kemadang.

Agenda kedua dilaksanakan melalui koordinasi teknis bersama KPM di kediaman salah satu KPM Kalurahan Kemadang, Ibu Sularti. Pada kegiatan ini, TPP bersama KPM melakukan pencermatan, validasi, serta penyusunan data yang bersumber dari Electronic Human Development Worker (eHDW) sebagai bahan utama paparan Rembug Stunting.

Data yang dipersiapkan mencakup lima layanan utama dalam eHDW, yaitu:

  • Layanan Ibu Hamil (Bumil);

  • Layanan Balita usia 0–59 bulan;

  • Layanan Remaja Putri (Rematri);

  • Layanan Calon Pengantin (Catin); dan

  • Layanan Keluarga Sasaran Risiko Stunting (KRS).

Selain melakukan validasi data, TPP bersama KPM juga menyusun materi paparan Rembug Stunting agar informasi yang disampaikan dapat memberikan gambaran kondisi layanan konvergensi di Kalurahan Kemadang secara akurat. Hasil paparan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan usulan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting yang akan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan kalurahan.

Melalui pendampingan ini, diharapkan pelaksanaan Rembug Stunting Kalurahan Kemadang dapat berjalan dengan baik, menghasilkan kesepakatan yang tepat sasaran, serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Kalurahan, Puskesmas, kader, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting. TPP Kapanewon Tanjungsari berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah kalurahan dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis data, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sunday, 28 June 2026

 

TPP Mengikuti Apel Pagi Rutin Bersama ASN dan Mitra Kerja di Kapanewon Tanjungsari



Tanjungsari, 29 Juni 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari mengikuti apel pagi rutin yang diselenggarakan di halaman Kantor Kapanewon Tanjungsari, Senin (29/6). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), TPP, serta mitra kerja di lingkungan Kapanewon Tanjungsari.

Apel pagi rutin merupakan agenda yang dilaksanakan setiap hari Senin sebagai sarana untuk memperkuat disiplin, meningkatkan koordinasi, serta membangun sinergi antarunsur pemerintahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, pembina apel menekankan pentingnya menjaga disiplin, integritas, dan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas. Seluruh ASN, TPP, dan mitra kerja diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Keikutsertaan TPP dalam apel pagi ini merupakan wujud komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kapanewon, Pemerintah Kalurahan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pendampingan pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan desa, serta peningkatan tata kelola pemerintahan kalurahan.

Melalui kegiatan apel pagi rutin ini diharapkan terbangun komunikasi yang baik, semangat kerja yang tinggi, serta kolaborasi yang semakin solid antara ASN, TPP, dan seluruh mitra kerja demi mewujudkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di wilayah Kapanewon Tanjungsari.

Kegiatan apel ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan tugas serta aktivitas pelayanan sesuai bidang masing-masing.

 

Mengenal Kalurahan Ngestirejo: Wilayah Luas dengan Potensi Pertanian dan Sumber Daya Masyarakat yang Kuat

Kalurahan Ngestirejo merupakan salah satu dari lima kalurahan yang berada di wilayah Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan ini memiliki wilayah yang cukup luas serta jumlah penduduk yang besar, sehingga menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di kawasan Tanjungsari. (Ngestirejo)

Secara administratif, Kalurahan Ngestirejo terbagi ke dalam beberapa padukuhan yang tersebar di seluruh wilayah kalurahan. Setiap padukuhan memiliki karakteristik sosial dan potensi masing-masing yang mendukung kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Struktur wilayah ini menjadi dasar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan di tingkat kalurahan. (Ngestirejo)

Dari sisi kependudukan, Ngestirejo memiliki jumlah penduduk sekitar 5.7 ribu jiwa dengan ribuan kepala keluarga yang tersebar di berbagai padukuhan. Komposisi penduduk yang beragam ini menjadi modal sosial penting dalam mendukung kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor. (Ngestirejo)

Mayoritas masyarakat Kalurahan Ngestirejo menggantungkan hidup pada sektor pertanian, baik sebagai petani maupun buruh tani. Selain itu, terdapat pula masyarakat yang bekerja di sektor perdagangan, peternakan, jasa, serta pekerjaan lainnya yang mendukung perekonomian lokal. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi masyarakat masih sangat erat dengan potensi alam yang dimiliki wilayah tersebut. (Ngestirejo)

Di bidang pendidikan, tingkat pendidikan masyarakat Ngestirejo terus mengalami perkembangan. Sebagian besar penduduk telah menempuh pendidikan dasar hingga menengah, bahkan terdapat pula masyarakat yang melanjutkan hingga jenjang perguruan tinggi. Hal ini menjadi indikator positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalurahan. (Ngestirejo)

Selain itu, kehidupan sosial masyarakat Ngestirejo masih sangat kental dengan nilai-nilai gotong royong. Berbagai kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, hingga pembangunan lingkungan dilaksanakan secara bersama-sama. Semangat kebersamaan ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan dan mempercepat pembangunan di tingkat kalurahan.

Dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik, Kalurahan Ngestirejo terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola melalui sistem administrasi yang lebih tertib dan transparan. Berbagai program pembangunan, pelayanan masyarakat, serta kegiatan pemberdayaan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif warga.

Dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang tinggi, serta potensi sumber daya manusia dan alam yang terus berkembang, Kalurahan Ngestirejo memiliki peluang besar untuk terus maju. Sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

"Ngestirejo bukan hanya wilayah administrasi, tetapi juga rumah besar bagi masyarakat yang terus tumbuh, bekerja sama, dan membangun masa depan yang lebih baik dengan semangat kebersamaan."

Seri Profil Kalurahan Tanjungsari #5 – Kalurahan Ngestirejo
Blog TPP Kapanewon Tanjungsari

Saturday, 27 June 2026

 

Mengenal Kalurahan Kemadang: Gerbang Wisata Pesisir Selatan Gunungkidul

Kalurahan Kemadang merupakan salah satu dari lima kalurahan yang berada di wilayah Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berlokasi di kawasan pesisir selatan, Kemadang dikenal sebagai salah satu kalurahan yang memiliki potensi wisata unggulan dan menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi pantai terkenal di Gunungkidul. (Kemadang)

Nama Kemadang memiliki makna yang erat dengan nilai kebersamaan. Berdasarkan sejarah pemerintahan kalurahan, istilah "Kemadang" berasal dari kata Kekadangan yang berarti persaudaraan. Makna tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kemadang. (Kemadang)

Secara historis, Kalurahan Kemadang telah diakui secara administratif sejak tahun 1916 melalui Rijksblad Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Nomor 12 Tahun 1916. Sejak saat itu, Kemadang terus berkembang menjadi wilayah yang memiliki peran penting dalam pembangunan kawasan selatan Gunungkidul. (Kemadang)

Selain dikenal karena nilai sejarahnya, Kemadang juga memiliki kekayaan potensi alam yang luar biasa. Kawasan pantai seperti Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, dan sejumlah pantai lainnya telah menjadi destinasi wisata yang dikenal luas oleh wisatawan dari berbagai daerah. Keindahan alam pesisir yang berpadu dengan budaya masyarakat setempat menjadikan Kemadang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata di Kapanewon Tanjungsari. (Kemadang)

Perkembangan sektor wisata turut mendorong tumbuhnya berbagai usaha masyarakat, mulai dari kuliner, perikanan, homestay, perdagangan, hingga usaha mikro dan kecil lainnya. Kehadiran BUMKal serta kelompok-kelompok usaha masyarakat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga. (infogunungkidul)

Di samping potensi ekonominya, masyarakat Kemadang juga dikenal memiliki semangat gotong royong yang kuat. Berbagai kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan pembangunan dilaksanakan secara bersama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan kalurahan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Prestasi Kalurahan Kemadang juga pernah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2018, Kemadang memperoleh penghargaan sebagai Desa Berprestasi Tingkat Nasional berkat keberhasilannya dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan pengelolaan potensi desa. (infogunungkidul)

Saat ini, Pemerintah Kalurahan Kemadang terus berupaya mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki melalui pembangunan yang partisipatif, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Dengan dukungan masyarakat yang aktif dan sumber daya yang melimpah, Kemadang terus bergerak menuju kalurahan yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Kemadang)

"Kemadang bukan hanya sebuah wilayah administratif, tetapi juga rumah bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan keindahan alam, menjaga nilai persaudaraan, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik."

Seri Profil Kalurahan Tanjungsari #3 – Kalurahan Kemadang
Blog TPP Kapanewon Tanjungsari

Friday, 26 June 2026

 

Mengenal Kalurahan Hargosari: Wilayah Bersejarah dengan Semangat Membangun yang Kuat

Kalurahan Hargosari merupakan salah satu dari lima kalurahan yang berada di wilayah Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak di bagian utara Kapanewon Tanjungsari, Hargosari memiliki posisi yang strategis karena berada di jalur penghubung menuju wilayah Tepus, Semanu, dan pusat Kabupaten Gunungkidul. (Hargosari)

Secara historis, Kalurahan Hargosari memiliki perjalanan yang menarik. Sebelum menggunakan nama Hargosari, wilayah ini dikenal dengan nama Mentel. Pada tahun 1967 sempat berganti nama menjadi Hargomulyo, kemudian sekitar tahun 1969 resmi menggunakan nama Hargosari yang bertahan hingga saat ini. Nama tersebut menjadi identitas yang melekat pada masyarakat dan pemerintahan kalurahan dalam menjalankan pembangunan serta pelayanan kepada warga. (Hargosari)

Saat ini Kalurahan Hargosari terdiri atas sembilan padukuhan, yaitu Candisari, Timunsari, Mojosari, Pakel, Jambu, Jrakah, Klepu, Gaduhan, dan Ketos. Keberagaman wilayah tersebut menjadi kekuatan dalam mendukung kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. (Hargosari)

Dari sisi geografis, Hargosari memiliki wilayah yang didominasi lahan pertanian dan tegalan. Berada pada ketinggian sekitar 360 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 23–37°C, wilayah ini sangat mendukung kegiatan pertanian, peternakan, dan berbagai usaha produktif masyarakat. Selain itu, akses menuju pusat kapanewon maupun ibu kota kabupaten relatif mudah sehingga mendukung mobilitas warga dan perkembangan ekonomi lokal. (Hargosari)

Masyarakat Hargosari dikenal memiliki semangat gotong royong yang kuat. Berbagai kegiatan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, hingga kegiatan keagamaan dilaksanakan secara bersama-sama. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung kemajuan kalurahan dari waktu ke waktu.

Potensi budaya juga masih hidup di tengah masyarakat. Berbagai kelompok seni tradisional dan kegiatan kebudayaan terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas masyarakat Hargosari. (Hargosari)

Dalam bidang pembangunan, Pemerintah Kalurahan Hargosari terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai program pembangunan yang dilaksanakan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, memperkuat ketahanan sosial ekonomi, dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat. (Hargosari)

Dengan sejarah yang panjang, potensi sumber daya alam yang dimiliki, serta masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam pembangunan, Kalurahan Hargosari terus melangkah menuju kalurahan yang maju, mandiri, dan sejahtera. Semangat gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.

"Hargosari bukan sekadar nama sebuah wilayah, melainkan rumah bagi masyarakat yang terus menjaga kebersamaan, melestarikan budaya, dan bergerak maju membangun masa depan."

Seri Profil Kalurahan Tanjungsari #2 – Kalurahan Hargosari
Blog TPP Kapanewon Tanjungsari

Thursday, 25 June 2026

TPP Tanjungsari Laksanakan Kunjungan Lapangan ke Kalurahan Ngestirejo, Perkuat Implementasi Reformasi Kalurahan



Ngestirejo, Tanjungsari (25/06/2026) – Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kunjungan lapangan ke Kalurahan Ngestirejo sebagai tindak lanjut hasil Pembekalan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) tentang Pendampingan Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat serta Reformasi Kalurahan yang diselenggarakan di Omah Coklat, Patuk, Gunungkidul.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Kalurahan Ngestirejo terkait persiapan pendataan potensi kalurahan berbasis aplikasi sebagai implementasi Reformasi Kalurahan. Pendataan ini bertujuan menghasilkan data potensi kalurahan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif.

Dalam kesempatan tersebut, TPP Tanjungsari juga melakukan koordinasi terkait pembaruan data pada aplikasi eHDW (Human Development Worker). Pemerintah kalurahan didorong untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala sebagai bentuk dukungan terhadap program percepatan penurunan stunting di tingkat kalurahan.

Selain itu, Pendamping Desa mendorong pelaksanaan Rembuk Stunting sebagai forum koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kalurahan, kader kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum ini diharapkan tersusun langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu.

Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari komitmen TPP Tanjungsari dalam mendampingi pemerintah kalurahan agar semakin siap mengimplementasikan Reformasi Kalurahan melalui penguatan tata kelola berbasis data, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan Kalurahan Ngestirejo mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan kalurahan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan warga.

TPP Kapanewon Tanjungsari
"Bersama Membangun Desa yang Maju, Mandiri, Transparan, dan Sejahtera."

 

TPP Gunungkidul Tingkatkan Kapasitas Pendamping melalui Pelatihan Pengelolaan Keuangan BUM Desa Angkatan 2



Rongkop, 24 Juni 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul yang tergabung dalam Cluster 2, meliputi Kapanewon Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, dan Karangmojo, mengikuti Pelatihan Pengelolaan Keuangan BUM Desa Angkatan 2 yang diselenggarakan di Griya Dhahar Banglipuran, Melikan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu (24/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas TPP dalam mendampingi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan meningkatnya kompetensi para pendamping, diharapkan BUM Desa di wilayah Kabupaten Gunungkidul mampu berkembang sebagai penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. (Instagram)

Pelatihan menghadirkan materi yang berfokus pada penguatan tata kelola keuangan BUM Desa, meliputi:

  1. Kebijakan Pelaporan dan Pengelolaan Keuangan BUM Desa.

  2. Konsep Dasar Akuntansi BUM Desa.

  3. Praktik Akuntansi BUM Desa Unit Usaha Jasa.

  4. Praktik Akuntansi BUM Desa Unit Usaha Perdagangan.

  5. Praktik Akuntansi BUM Desa Unit Usaha Simpan Pinjam.

  6. Konsep Dasar Akuntansi Ketahanan Pangan BUM Desa.

  7. Praktik Akuntansi BUM Desa Ketahanan Pangan.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan laporan keuangan sesuai karakteristik masing-masing unit usaha BUM Desa. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan saat melakukan pendampingan di desa-desa binaan. (Instagram)

Melalui pelatihan ini, TPP Cluster 2 diharapkan semakin siap mendampingi pemerintah kalurahan dan pengelola BUM Desa dalam mewujudkan pengelolaan usaha desa yang tertib administrasi, akuntabel, serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi desa.

Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antarpendamping dari empat kapanewon, sehingga tercipta sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pengelolaan BUM Desa di lapangan. Dengan pendampingan yang semakin berkualitas, BUM Desa di Kabupaten Gunungkidul diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

TPP Kabupaten Gunungkidul
"Bersama Membangun Desa Mandiri, Transparan, dan Sejahtera."

 




TPP Tanjungsari merupakan Tim Tenaga Pendamping Profesional yang bertugas mendampingi Kalurahan Tanjungsari dalam pelaksanaan pembangunan desa yang terarah, transparan, dan akuntabel. Tim ini berperan dalam membantu pemerintah kalurahan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat.

Saat ini, TPP Tanjungsari terdiri dari Pendamping Desa (PD) sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) Yunus Wibowo, S.IP, serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Suprapti, S.Pd. Keduanya bersinergi dalam mendukung penguatan tata kelola desa, pengembangan BUMKal, serta peningkatan kapasitas aparatur dan kelembagaan desa.

Dengan pendampingan yang profesional dan berkelanjutan, TPP Tanjungsari berkomitmen untuk mendorong terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Tuesday, 23 June 2026

Gunungkidul, 23 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat peran pendampingan di tingkat kalurahan, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan Pembekalan Pendampingan Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Omah Coklat, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, dan diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY bersama DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul, serta didukung oleh TAPM Provinsi dan Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan pembekalan ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pendamping agar semakin siap dalam mendampingi kalurahan, khususnya dalam pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis Dana Keistimewaan (Danais) serta Reformasi Kalurahan.

Dalam pemaparan yang disampaikan, DPMKKPS DIY menjelaskan bahwa Program Reformasi Kalurahan direncanakan akan berakhir pada 1 Oktober 2027. Sehubungan dengan hal tersebut, dibutuhkan masukan dari kalurahan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan arah keberlanjutan program ke depan. Selain itu, TPP juga akan diperkuat dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Keistimewaan sebagai dasar legalitas pelaksanaan tugas pendampingan.

Pemerintah Daerah DIY juga terus melakukan penguatan program melalui peningkatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kalurahan. Jika sebelumnya berada di angka Rp100 juta per kalurahan, maka saat ini meningkat menjadi Rp120 juta, dan direncanakan akan kembali naik menjadi Rp130 juta pada tahun 2027 sesuai dengan kebijakan Dana Keistimewaan dari pemerintah pusat.

Selain BKK, juga dibahas rencana penguatan skema pendanaan Danais yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan kalurahan secara lebih luas. Skema ini diharapkan menjadi alternatif penguatan pembangunan, terutama di tengah adanya penyesuaian alokasi Dana Desa. Usulan pendanaan sekitar Rp500 juta per kalurahan diharapkan dapat memperkuat layanan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung pelestarian lingkungan di tingkat kalurahan.

Mulai Juli 2026, pemerintah juga akan melakukan redesign alokasi program berbasis potensi wilayah dengan pendekatan geotagging. Untuk mendukung hal tersebut, akan disiapkan instrumen pemetaan potensi kalurahan yang lebih terstruktur. Dalam implementasinya, TPP memiliki peran penting dalam pembaruan data potensi, pendampingan Prodeskel dan Simkal, penyelarasan program BKK dengan kondisi wilayah, hingga verifikasi kegiatan pengadaan barang dan jasa di kalurahan.

Pada tahap monitoring dan evaluasi, TPP akan bersinergi dengan Bamuskal dalam melakukan peninjauan terhadap 105 rencana aksi Reformasi Kalurahan yang telah disusun. Hasil evaluasi ini akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan keberlanjutan program. Selain itu, peningkatan skor Indeks Desa menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan, disertai penguatan peran BUMKal sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui optimalisasi unit usaha kalurahan.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Ahli Kabupaten Gunungkidul juga menyampaikan harapan agar program Reformasi Kalurahan dapat terus berlanjut dengan dukungan penguatan BKK. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat layanan dasar, pengembangan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Selain itu, diperlukan juga dukungan sarana pendampingan seperti Simkal, peningkatan kapasitas TPP secara berkelanjutan, serta percepatan pemutakhiran data Indeks Desa yang saat ini telah mencakup 99 kalurahan di Gunungkidul. Disampaikan pula bahwa penyaluran Dana Desa Tahap II telah berjalan di 143 kalurahan.

Sementara itu, TAPM Provinsi DIY menyoroti pentingnya evaluasi pelaksanaan Danais di tingkat kalurahan. Masih terdapat beberapa kalurahan yang mengalami kendala dalam proses pengajuan maupun pelaksanaan, sehingga diperlukan penyederhanaan dan pendampingan yang lebih intensif. TAPM juga mendorong pelaksanaan bimbingan teknis secara tatap muka agar transfer pengetahuan lebih efektif, serta mengusulkan adanya dukungan identitas kerja berupa seragam bagi TPP Danais.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan TPP Kabupaten Gunungkidul semakin siap dan adaptif dalam menjalankan peran strategisnya. Tidak hanya sebagai pendamping administrasi, tetapi juga sebagai penggerak yang mendorong kalurahan menuju pembangunan yang lebih maju, mandiri, berkelanjutan, serta selaras dengan nilai-nilai keistimewaan DIY yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan semangat gotong royong.


Mengenal Kalurahan Kemiri: Gerbang Utara Kapanewon Tanjungsari yang Terus Berkembang

Kalurahan Kemiri merupakan salah satu dari lima kalurahan yang berada di wilayah Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berlokasi di jalur strategis menuju kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul, Kalurahan Kemiri menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan masyarakat di wilayah Tanjungsari. (KEMIRI)

Secara administratif, Kalurahan Kemiri terdiri dari 11 padukuhan, yaitu Bareng, Dayakan I, Dayakan II, Gebang, Glagah, Guyangan, Karangnongko, Kemiri, Ngasem, Panggang, dan Wates. Berdasarkan data kependudukan yang dipublikasikan melalui Sistem Informasi Desa, Kalurahan Kemiri memiliki 1.513 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 4.903 jiwa. (KEMIRI)

Selain dikenal sebagai wilayah pertanian dan peternakan, Kalurahan Kemiri juga memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah Kalurahan bersama masyarakat mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif yang terintegrasi dalam program pemberdayaan masyarakat. Salah satu upaya yang pernah dikembangkan adalah penguatan UMKM melalui program Desa Preneur yang berada di bawah koordinasi BUMDes/BUMKal sebagai wadah pengembangan usaha masyarakat. (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)

Dalam bidang pemerintahan dan pembangunan, Kalurahan Kemiri aktif melaksanakan berbagai kegiatan partisipatif, mulai dari musyawarah kalurahan, penyusunan perencanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kelembagaan desa. Berbagai program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan unsur masyarakat guna mewujudkan pembangunan yang transparan dan berkelanjutan. (KEMIRI)

Kalurahan Kemiri juga memiliki visi untuk terus mengembangkan potensi budaya yang dimiliki masyarakat. Hal ini tercermin dari semangat "Kemiri Menuju Desa Budaya" yang menjadi salah satu identitas dan arah pengembangan kalurahan. Upaya pelestarian budaya, penguatan kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan yang dilaksanakan. (KEMIRI)

Dengan potensi sumber daya manusia, kekuatan sosial masyarakat, serta berbagai peluang pengembangan ekonomi dan budaya, Kalurahan Kemiri terus bergerak menuju kalurahan yang maju, mandiri, dan sejahtera. Semangat gotong royong yang masih terjaga menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kemiri bukan hanya sebuah wilayah administratif, tetapi juga rumah bagi masyarakat yang terus tumbuh, berinovasi, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik." (KEMIRI)

Seri Profil Kalurahan Tanjungsari #1 – Kalurahan Kemiri
Blog TPP Kapanewon Tanjungsari

Sunday, 21 June 2026

 Kapanewon Tanjungsari merupakan salah satu kapanewon yang berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kapanewon ini memiliki posisi yang strategis karena menjadi salah satu kawasan penyangga destinasi wisata pantai selatan Gunungkidul sekaligus wilayah yang terus berkembang dalam sektor pertanian, pariwisata, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat.

Secara administratif, Kapanewon Tanjungsari terdiri dari lima kalurahan, yaitu:

  1. Kalurahan Banjarejo
  2. Kalurahan Hargosari
  3. Kalurahan Kemadang
  4. Kalurahan Kemiri
  5. Kalurahan Ngestirejo

Kelima kalurahan tersebut memiliki karakteristik dan potensi yang beragam. Sebagian wilayah dikenal dengan sektor pertanian dan peternakan, sementara wilayah lainnya berkembang pesat melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).

Sebagai wilayah yang memiliki garis pantai yang panjang dan berbagai destinasi wisata terkenal, Kapanewon Tanjungsari menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul. Potensi wisata yang dimiliki turut mendorong berkembangnya usaha masyarakat, mulai dari kuliner, penginapan, kerajinan, hingga berbagai layanan pendukung pariwisata.

Pemerintah Kapanewon Tanjungsari bersama lima pemerintah kalurahan terus bersinergi dalam melaksanakan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat. Dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga kemasyarakatan, pendamping desa, dan pelaku usaha, menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Kapanewon Tanjungsari terus berupaya menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mampu menjaga kelestarian budaya serta potensi alam yang dimiliki untuk generasi mendatang.

 

Kemiri, 12 Juni 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) bersama pengelola BUMKal Lestari Sejahtera Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, melaksanakan kegiatan koordinasi dan pendampingan dalam rangka input dan pemutakhiran data BUMKal guna memenuhi kebutuhan data yang diminta oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Showroom UMKM Kalurahan Kemiri dan diikuti oleh pengurus BUMKal Lestari Sejahtera serta TPP Kapanewon Tanjungsari.

Dalam koordinasi tersebut dilakukan pencermatan dan penginputan berbagai data kelembagaan, kepengurusan, unit usaha, serta data pendukung lainnya yang diperlukan sebagai bagian dari pemenuhan permintaan data BPKP. Proses ini bertujuan untuk memastikan data yang disampaikan lengkap, akurat, dan sesuai dengan kondisi aktual BUMKal.

TPP memberikan pendampingan teknis kepada pengelola BUMKal agar proses penginputan data dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kelengkapan administrasi dan profil usaha BUMKal yang telah berjalan.

Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan BUMKal Lestari Sejahtera dapat memenuhi kebutuhan data yang diminta secara tepat waktu, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan tata kelola kelembagaan BUMKal secara berkelanjutan.

Sinergi antara TPP dan pengelola BUMKal diharapkan terus terjalin dalam mendukung penguatan kapasitas BUMKal sebagai lembaga ekonomi kalurahan yang profesional, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dokumentasi dan Publikasi
TPP Kapanewon Tanjungsari
12 Juni 2026.

 

Hargosari, 9 Juni 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) bersama Pemerintah Kalurahan Hargosari melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2026 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bertempat di Balai Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan serta membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Pada kesempatan tersebut, bantuan disalurkan untuk alokasi dua bulan anggaran kepada KPM yang telah memenuhi kriteria dan ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

TPP bersama Pemerintah Kalurahan Hargosari turut melakukan pendampingan dan monitoring guna memastikan proses penyaluran berjalan dengan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam pelaksanaan program perlindungan sosial yang bersumber dari Dana Desa.

Lurah Hargosari beserta jajaran Pemerintah Kalurahan berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.

Dengan terlaksananya penyaluran BLT Dana Desa Tahun 2026 ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kalurahan Hargosari.

Dokumentasi dan Publikasi
TPP Kapanewon Tanjungsari
9 Juni 2026.

 


Hargosari, 17 Juni 2026 – Setelah pelaksanaan validasi data BUMKal dan konsolidasi Perubahan RAPBKal di Balai Kalurahan Hargosari, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) melanjutkan kegiatan dengan melakukan koordinasi bersama Direktur BUMKal Selo Gumilang Kalurahan Hargosari.

Koordinasi tersebut membahas beberapa hal penting terkait penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMKal Tahun Buku 2025, perkembangan pengelolaan program Ketahanan Pangan (Ketapang), serta penguatan tata kelola administrasi dan keuangan BUMKal.

Dalam pertemuan tersebut, TPP dan Direktur BUMKal melakukan pembahasan mengenai progres pelaksanaan usaha Ketapang yang sedang berjalan, termasuk pencatatan administrasi dan pengelolaan keuangan yang mendukung keberlanjutan program. Selain itu, TPP memberikan masukan agar rekening khusus kegiatan Ketahanan Pangan dipisahkan dari rekening unit usaha non-Ketapang.

Pemisahan rekening tersebut dinilai penting untuk mempermudah proses pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, monitoring penggunaan dana, serta penyusunan LPJ yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan adanya pemisahan rekening, setiap unit usaha dapat diketahui kinerja dan perkembangan keuangannya secara lebih jelas.

Direktur BUMKal Selo Gumilang menyambut baik masukan yang diberikan dan berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan administrasi guna mendukung tata kelola BUMKal yang profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui koordinasi ini diharapkan penyusunan LPJ BUMKal dapat berjalan dengan baik, pengelolaan program Ketahanan Pangan semakin optimal, serta sistem administrasi dan pelaporan keuangan BUMKal Selo Gumilang menjadi lebih tertib, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan.

Dokumentasi dan Publikasi
TPP Kapanewon Tanjungsari
17 Juni 2026.

 

Hargosari, 17 Juni 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) bersama Pemerintah Kalurahan Hargosari melaksanakan kegiatan validasi data Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) serta konsolidasi Perubahan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (RAPBKal) di Balai Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian dan keakuratan data BUMKal sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan pelaporan, sekaligus menyelaraskan perubahan RAPBKal dengan kondisi serta kebutuhan pembangunan kalurahan yang berkembang.

Dalam proses validasi, dilakukan pencermatan terhadap data kelembagaan, unit usaha, serta dokumen pendukung BUMKal guna memastikan kelengkapan dan kesesuaiannya dengan kondisi aktual di lapangan. Selain itu, peserta juga melakukan konsolidasi terhadap usulan perubahan RAPBKal agar perencanaan dan penganggaran dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kalurahan Hargosari, pengelola BUMKal, serta Tenaga Pendamping Profesional yang memberikan pendampingan teknis dan masukan terkait aspek administrasi, perencanaan, dan pengelolaan data.

Melalui kegiatan validasi dan konsolidasi ini, diharapkan pengelolaan BUMKal semakin tertib dan akuntabel, serta perubahan RAPBKal yang disusun mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara optimal.

Sinergi antara Pemerintah Kalurahan Hargosari dan TPP diharapkan terus terjalin guna mewujudkan tata kelola pemerintahan kalurahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dokumentasi dan Publikasi
TPP Kapanewon Tanjungsari
17 Juni 2026.

 


Tanjungsari, 22 Juni 2026 – Kapanewon Tanjungsari menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral sebagai forum koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, pelayanan masyarakat, serta menjaga kondusivitas wilayah.

Rakor dipimpin oleh Panewu Tanjungsari dan dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimkap) serta berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kapolsek Tanjungsari, KUA Tanjungsari, Puskesmas Tanjungsari, para Kepala Jawatan Kapanewon, Lurah se-Kapanewon Tanjungsari beserta perangkat kalurahan, Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai isu strategis dan program lintas sektor yang memerlukan koordinasi bersama, termasuk pelayanan kepada masyarakat, pelaksanaan program pembangunan kalurahan, ketertiban dan keamanan wilayah, serta penguatan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung kemajuan Kapanewon Tanjungsari.

Panewu Tanjungsari dalam arahannya menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik antar seluruh unsur pemerintah, lembaga, dan pendamping desa agar setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Melalui Rakor Lintas Sektoral ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi, sinkronisasi program, serta penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik di wilayah Kapanewon Tanjungsari.