Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Monday, 6 July 2026

 

TPP Tanjungsari Dampingi Rembug Stunting Kalurahan Kemadang Tahun 2026



Kemadang, 6 Juli 2026 – Pemerintah Kalurahan Kemadang menyelenggarakan Rembug Stunting Tahun 2026 sebagai forum koordinasi dan musyawarah dalam upaya percepatan penurunan stunting sekaligus penyusunan usulan program dan kegiatan yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan Tahun 2027.

Kegiatan ini didampingi oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari, yaitu Yunus Wibowo, S.IP selaku Pendamping Desa (PD) sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Suprapti, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Kalurahan Kemadang.

Rembug Stunting dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tanjungsari, Wahyudi, M.Pd beserta staf, PLKB Kapanewon Tanjungsari, Retno Setyowati, perwakilan Puskesmas Tanjungsari, Lurah Kemadang, Carik, pamong kalurahan, Bamuskal, Kader Pembangunan Manusia (KPM), TP PKK Kalurahan Kemadang, serta unsur masyarakat lainnya yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting.

Acara dipandu oleh Kamituwa Nur Wahyudin selaku moderator, sekaligus memaparkan  hasil pemantauan data Electronic Human Development Worker (eHDW) yang meliputi lima layanan konvergensi percepatan penurunan stunting, yaitu layanan Ibu Hamil (Bumil), Balita usia 0–59 bulan, Remaja Putri (Rematri), Calon Pengantin (Catin), serta Keluarga Sasaran Risiko Stunting (KRS). Paparan tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai kondisi layanan, capaian, serta permasalahan yang masih perlu mendapatkan perhatian bersama.

Materi dan penguatan disampaikan oleh narasumber dari Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tanjungsari, Puskesmas Tanjungsari, PLKB Kapanewon Tanjungsari, serta Pendamping Desa (PD). Masing-masing narasumber memberikan masukan mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kepada sasaran prioritas serta perlunya perencanaan program yang berbasis data.

Sesi diskusi dipandu oleh Carik Kalurahan Kemadang, Suminto, yang mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan usulan program dan kegiatan sesuai hasil identifikasi kebutuhan di lapangan. Berbagai masukan yang disampaikan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Kemadang.

Melalui pelaksanaan Rembug Stunting ini diharapkan seluruh usulan program dan kegiatan yang telah disepakati dapat menjadi bahan pembahasan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) RKP Kalurahan Tahun 2027, sehingga intervensi yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi kelompok sasaran secara berkelanjutan.

 

TPP Kapanewon Tanjungsari Ikuti Sosialisasi Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026 Secara Daring



Tanjungsari, 3 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pendamping desa sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Koordinator Provinsi (Korprov) TAPM Daerah Istimewa Yogyakarta, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Gunungkidul. Dari TPP Kapanewon Tanjungsari, kegiatan diikuti oleh Yunus Wibowo, S.IP selaku Pendamping Desa (PD) sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) bersama seluruh Pendamping Lokal Desa (PLD) wilayah dampingan.

Sosialisasi dilaksanakan sebagai persiapan pelaksanaan Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026 pada 144 kalurahan di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang akurat, mutakhir, serta dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa.

Materi disampaikan oleh Aris Nurcholis selaku TAPM Kabupaten Gunungkidul dan Murtodo selaku Korprov TAPM DIY. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai tujuan pendataan, mekanisme pengumpulan data, tata cara pengisian instrumen, pembagian tugas pendamping, serta jadwal pelaksanaan kegiatan. Pendataan akan dilakukan melalui wawancara dengan Pemerintah Kalurahan dan pihak-pihak terkait, kemudian seluruh hasilnya diinput secara langsung ke dalam aplikasi Google Form yang telah disediakan.

Pada sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa terdapat 186 jenis data yang harus dikumpulkan dari setiap kalurahan. Data tersebut meliputi berbagai sektor, antara lain pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, penanggulangan bencana, perubahan iklim, potensi unggulan desa, akses internet, desa inklusif, organisasi kemasyarakatan, hingga data kemiskinan ekstrem.

Dalam sesi diskusi, peserta juga membahas strategi percepatan pelaksanaan pendataan mengingat seluruh proses pengumpulan data ditargetkan selesai pada bulan Juli 2026. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, dilakukan pembagian tugas kepada Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sesuai wilayah dampingan masing-masing, dengan pendampingan dan monitoring dari TAPM Kabupaten.

Melalui kegiatan ini, TPP Kapanewon Tanjungsari memperoleh pemahaman yang sama mengenai instrumen, metode, dan target Pendataan Sosial Budaya Tahun 2026. Bekal tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pendataan secara efektif, terkoordinasi, dan berkualitas sehingga menghasilkan data yang valid sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan.

 

TPP Tanjungsari Dampingi Survei Lokasi Kegiatan PKTD dan Pengerasan Jalan Lingkungan di Kalurahan Kemiri



Kemiri, 2 Juli 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan pendampingan kegiatan survei lokasi pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan Pengerasan Jalan Lingkungan (Cor Blok) yang akan dibiayai melalui Anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 di Kalurahan Kemiri.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan oleh Yunus Wibowo, S.IP selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) TPP Kapanewon Tanjungsari bersama Suprapti, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD). Survei dilakukan bersama Pemerintah Kalurahan Kemiri dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) guna memastikan kesiapan lokasi serta kesesuaian rencana pelaksanaan kegiatan dengan kebutuhan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kemiri, Ulu-Ulu, Carik, para Dukuh wilayah setempat, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta unsur terkait lainnya.

Survei lokasi difokuskan pada dua jenis kegiatan, yaitu:

  • Pengerasan Jalan Lingkungan (Cor Blok) di Padukuhan Wates.

  • Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang direncanakan dilaksanakan di Padukuhan Bareng, Gebang, dan Karangnongko.



Melalui kegiatan survei lapangan ini, seluruh pihak melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi eksisting lokasi, mengidentifikasi kebutuhan teknis pekerjaan, serta memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan nantinya sesuai dengan hasil perencanaan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Pendampingan oleh TPP bertujuan untuk memastikan proses perencanaan pembangunan desa dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, survei lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan dokumen perencanaan yang akurat sebagai dasar pelaksanaan kegiatan yang didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Diharapkan, pembangunan infrastruktur melalui kegiatan pengerasan jalan lingkungan serta pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, membuka kesempatan kerja sementara bagi warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan Dana Desa yang efektif dan tepat sasaran.


Kemadang, 1 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Rembug Stunting Tahun 2026, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan pendampingan kepada Pemerintah Kalurahan Kemadang dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Kegiatan ini dihadiri oleh Yunus Wibowo, S.IP selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) TPP Kapanewon Tanjungsari bersama Suprapti, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Kalurahan Kemadang.

Agenda pertama diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Kalurahan Kemadang mengenai persiapan pelaksanaan Rembug Stunting. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kelengkapan data, materi paparan, hingga teknis pelaksanaan forum. TPP menyampaikan komitmennya untuk mendampingi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam menyusun bahan paparan yang akan disampaikan pada Rembug Stunting agar berbasis data dan mampu menjadi dasar penyusunan program percepatan penurunan stunting di Kalurahan Kemadang.

Agenda kedua dilaksanakan melalui koordinasi teknis bersama KPM di kediaman salah satu KPM Kalurahan Kemadang, Ibu Sularti. Pada kegiatan ini, TPP bersama KPM melakukan pencermatan, validasi, serta penyusunan data yang bersumber dari Electronic Human Development Worker (eHDW) sebagai bahan utama paparan Rembug Stunting.

Data yang dipersiapkan mencakup lima layanan utama dalam eHDW, yaitu:

  • Layanan Ibu Hamil (Bumil);

  • Layanan Balita usia 0–59 bulan;

  • Layanan Remaja Putri (Rematri);

  • Layanan Calon Pengantin (Catin); dan

  • Layanan Keluarga Sasaran Risiko Stunting (KRS).

Selain melakukan validasi data, TPP bersama KPM juga menyusun materi paparan Rembug Stunting agar informasi yang disampaikan dapat memberikan gambaran kondisi layanan konvergensi di Kalurahan Kemadang secara akurat. Hasil paparan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan usulan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting yang akan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan kalurahan.

Melalui pendampingan ini, diharapkan pelaksanaan Rembug Stunting Kalurahan Kemadang dapat berjalan dengan baik, menghasilkan kesepakatan yang tepat sasaran, serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Kalurahan, Puskesmas, kader, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting. TPP Kapanewon Tanjungsari berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah kalurahan dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis data, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sunday, 28 June 2026

 

TPP Mengikuti Apel Pagi Rutin Bersama ASN dan Mitra Kerja di Kapanewon Tanjungsari



Tanjungsari, 29 Juni 2026 – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari mengikuti apel pagi rutin yang diselenggarakan di halaman Kantor Kapanewon Tanjungsari, Senin (29/6). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), TPP, serta mitra kerja di lingkungan Kapanewon Tanjungsari.

Apel pagi rutin merupakan agenda yang dilaksanakan setiap hari Senin sebagai sarana untuk memperkuat disiplin, meningkatkan koordinasi, serta membangun sinergi antarunsur pemerintahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, pembina apel menekankan pentingnya menjaga disiplin, integritas, dan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas. Seluruh ASN, TPP, dan mitra kerja diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Keikutsertaan TPP dalam apel pagi ini merupakan wujud komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kapanewon, Pemerintah Kalurahan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pendampingan pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan desa, serta peningkatan tata kelola pemerintahan kalurahan.

Melalui kegiatan apel pagi rutin ini diharapkan terbangun komunikasi yang baik, semangat kerja yang tinggi, serta kolaborasi yang semakin solid antara ASN, TPP, dan seluruh mitra kerja demi mewujudkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di wilayah Kapanewon Tanjungsari.

Kegiatan apel ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan tugas serta aktivitas pelayanan sesuai bidang masing-masing.

 

Mengenal Kalurahan Ngestirejo: Wilayah Luas dengan Potensi Pertanian dan Sumber Daya Masyarakat yang Kuat

Kalurahan Ngestirejo merupakan salah satu dari lima kalurahan yang berada di wilayah Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan ini memiliki wilayah yang cukup luas serta jumlah penduduk yang besar, sehingga menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di kawasan Tanjungsari. (Ngestirejo)

Secara administratif, Kalurahan Ngestirejo terbagi ke dalam beberapa padukuhan yang tersebar di seluruh wilayah kalurahan. Setiap padukuhan memiliki karakteristik sosial dan potensi masing-masing yang mendukung kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Struktur wilayah ini menjadi dasar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan di tingkat kalurahan. (Ngestirejo)

Dari sisi kependudukan, Ngestirejo memiliki jumlah penduduk sekitar 5.7 ribu jiwa dengan ribuan kepala keluarga yang tersebar di berbagai padukuhan. Komposisi penduduk yang beragam ini menjadi modal sosial penting dalam mendukung kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor. (Ngestirejo)

Mayoritas masyarakat Kalurahan Ngestirejo menggantungkan hidup pada sektor pertanian, baik sebagai petani maupun buruh tani. Selain itu, terdapat pula masyarakat yang bekerja di sektor perdagangan, peternakan, jasa, serta pekerjaan lainnya yang mendukung perekonomian lokal. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi masyarakat masih sangat erat dengan potensi alam yang dimiliki wilayah tersebut. (Ngestirejo)

Di bidang pendidikan, tingkat pendidikan masyarakat Ngestirejo terus mengalami perkembangan. Sebagian besar penduduk telah menempuh pendidikan dasar hingga menengah, bahkan terdapat pula masyarakat yang melanjutkan hingga jenjang perguruan tinggi. Hal ini menjadi indikator positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalurahan. (Ngestirejo)

Selain itu, kehidupan sosial masyarakat Ngestirejo masih sangat kental dengan nilai-nilai gotong royong. Berbagai kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, hingga pembangunan lingkungan dilaksanakan secara bersama-sama. Semangat kebersamaan ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan dan mempercepat pembangunan di tingkat kalurahan.

Dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik, Kalurahan Ngestirejo terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola melalui sistem administrasi yang lebih tertib dan transparan. Berbagai program pembangunan, pelayanan masyarakat, serta kegiatan pemberdayaan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif warga.

Dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang tinggi, serta potensi sumber daya manusia dan alam yang terus berkembang, Kalurahan Ngestirejo memiliki peluang besar untuk terus maju. Sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

"Ngestirejo bukan hanya wilayah administrasi, tetapi juga rumah besar bagi masyarakat yang terus tumbuh, bekerja sama, dan membangun masa depan yang lebih baik dengan semangat kebersamaan."

Seri Profil Kalurahan Tanjungsari #5 – Kalurahan Ngestirejo
Blog TPP Kapanewon Tanjungsari

Saturday, 27 June 2026

 

Mengenal Kalurahan Kemadang: Gerbang Wisata Pesisir Selatan Gunungkidul

Kalurahan Kemadang merupakan salah satu dari lima kalurahan yang berada di wilayah Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berlokasi di kawasan pesisir selatan, Kemadang dikenal sebagai salah satu kalurahan yang memiliki potensi wisata unggulan dan menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi pantai terkenal di Gunungkidul. (Kemadang)

Nama Kemadang memiliki makna yang erat dengan nilai kebersamaan. Berdasarkan sejarah pemerintahan kalurahan, istilah "Kemadang" berasal dari kata Kekadangan yang berarti persaudaraan. Makna tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kemadang. (Kemadang)

Secara historis, Kalurahan Kemadang telah diakui secara administratif sejak tahun 1916 melalui Rijksblad Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Nomor 12 Tahun 1916. Sejak saat itu, Kemadang terus berkembang menjadi wilayah yang memiliki peran penting dalam pembangunan kawasan selatan Gunungkidul. (Kemadang)

Selain dikenal karena nilai sejarahnya, Kemadang juga memiliki kekayaan potensi alam yang luar biasa. Kawasan pantai seperti Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, dan sejumlah pantai lainnya telah menjadi destinasi wisata yang dikenal luas oleh wisatawan dari berbagai daerah. Keindahan alam pesisir yang berpadu dengan budaya masyarakat setempat menjadikan Kemadang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata di Kapanewon Tanjungsari. (Kemadang)

Perkembangan sektor wisata turut mendorong tumbuhnya berbagai usaha masyarakat, mulai dari kuliner, perikanan, homestay, perdagangan, hingga usaha mikro dan kecil lainnya. Kehadiran BUMKal serta kelompok-kelompok usaha masyarakat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga. (infogunungkidul)

Di samping potensi ekonominya, masyarakat Kemadang juga dikenal memiliki semangat gotong royong yang kuat. Berbagai kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan pembangunan dilaksanakan secara bersama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan kalurahan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Prestasi Kalurahan Kemadang juga pernah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2018, Kemadang memperoleh penghargaan sebagai Desa Berprestasi Tingkat Nasional berkat keberhasilannya dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan pengelolaan potensi desa. (infogunungkidul)

Saat ini, Pemerintah Kalurahan Kemadang terus berupaya mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki melalui pembangunan yang partisipatif, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Dengan dukungan masyarakat yang aktif dan sumber daya yang melimpah, Kemadang terus bergerak menuju kalurahan yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Kemadang)

"Kemadang bukan hanya sebuah wilayah administratif, tetapi juga rumah bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan keindahan alam, menjaga nilai persaudaraan, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik."

Seri Profil Kalurahan Tanjungsari #3 – Kalurahan Kemadang
Blog TPP Kapanewon Tanjungsari