Popular Posts
-
Tanjungsari — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari menghadiri kegiatan Sidang Penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan ...
-
Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul kembali menunjukkan keberhasilan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan melalui...
-
Ngestirejo, 31 Oktober 2025 — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Tanjungsari melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) tahap awal pelaks...
-
Tanjungsari, Senin 29 Desember 2025 — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari melaksanakan kegiatan monitoring program ke...
-
Tanjungsari, Gunungkidul — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari memfasilitasi kegiatan pemeringkatan Badan Usaha Mili...
-
TPP Kapanewon Tanjungsari Lanjutkan Monev APBKal 2025 di Kalurahan Ngestirejo Tanjungsari — Pemerintah Kapanewon Tanjungsari melaksanakan ...
-
TPP Monitoring Pembangunan Kandang Kambing di Lokasi Ketahanan Pangan Bumkal Selo Gumilang HargosariTanjungsari — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) hari ini melaksanakan kegiatan monitoring kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan kanda...
-
Perkembangan teknologi informasi saat ini berlangsung sangat cepat dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di tingkat ...
-
Tenaga Pendamping Profesional (TPP) merupakan tenaga yang ditugaskan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigra...
-
Tanjungsari – Pemerintah Kapanewon Tanjungsari menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pamong kalurahan yang terdiri dari Carik, Pangript...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
TPP Tanjungsari Dampingi Rembug Stunting Kalurahan Kemadang Tahun 2026
Kemadang, 6 Juli 2026 – Pemerintah Kalurahan Kemadang menyelenggarakan Rembug Stunting Tahun 2026 sebagai forum koordinasi dan musyawarah dalam upaya percepatan penurunan stunting sekaligus penyusunan usulan program dan kegiatan yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan Tahun 2027.
Kegiatan ini didampingi oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari, yaitu Yunus Wibowo, S.IP selaku Pendamping Desa (PD) sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Suprapti, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Kalurahan Kemadang.
Rembug Stunting dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tanjungsari, Wahyudi, M.Pd beserta staf, PLKB Kapanewon Tanjungsari, Retno Setyowati, perwakilan Puskesmas Tanjungsari, Lurah Kemadang, Carik, pamong kalurahan, Bamuskal, Kader Pembangunan Manusia (KPM), TP PKK Kalurahan Kemadang, serta unsur masyarakat lainnya yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting.
Acara dipandu oleh Kamituwa Nur Wahyudin selaku moderator, sekaligus memaparkan hasil pemantauan data Electronic Human Development Worker (eHDW) yang meliputi lima layanan konvergensi percepatan penurunan stunting, yaitu layanan Ibu Hamil (Bumil), Balita usia 0–59 bulan, Remaja Putri (Rematri), Calon Pengantin (Catin), serta Keluarga Sasaran Risiko Stunting (KRS). Paparan tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai kondisi layanan, capaian, serta permasalahan yang masih perlu mendapatkan perhatian bersama.
Materi dan penguatan disampaikan oleh narasumber dari Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tanjungsari, Puskesmas Tanjungsari, PLKB Kapanewon Tanjungsari, serta Pendamping Desa (PD). Masing-masing narasumber memberikan masukan mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kepada sasaran prioritas serta perlunya perencanaan program yang berbasis data.
Sesi diskusi dipandu oleh Carik Kalurahan Kemadang, Suminto, yang mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan usulan program dan kegiatan sesuai hasil identifikasi kebutuhan di lapangan. Berbagai masukan yang disampaikan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Kemadang.
Melalui pelaksanaan Rembug Stunting ini diharapkan seluruh usulan program dan kegiatan yang telah disepakati dapat menjadi bahan pembahasan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) RKP Kalurahan Tahun 2027, sehingga intervensi yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi kelompok sasaran secara berkelanjutan.

0 comments:
Post a Comment